Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah merilis peta sebaran gas CO2 di kompleks vulkanik Dieng. Saat ini status Dieng dinaikkan menjadi SIAGA (Level 3) oleh Badan geologi terhitung mulai tanggal 29 Mei 2011 pukul 20:45 WIB.

Di dalam peta sebaran gas CO2 di kompleks vulkanik Dieng tersebut, terdapat penjelasan tentang geologi kompleks vulkanik Dieng, sejarah letusannya, termasuk juga penjelasan tentang pemetaan dan pengukuran gas yang telah di lakukan pada periode 2000 hingga 2007 di kawasan vulkanik sekitar kawah maupun non vulkanik di sepanjang rekahan dan zona sesar.

BNPB juga sudah merilis Peta Kawasan Rawan Bencana di sekitar Kawah Timbang. Kawasan yang masuk dalam wilayah paling berbahaya berada dalam radius 1 km di sekitar kawah tersebut.

Dataran tinggi Dieng yang sangat dikenal sebagai kawasan wisata alam, secara geologi merupakan sebuah kompleks gunungapi tua dengan tipe gunung strato, dengan lapangan solfatara dan fumarola, serta banyak kawah (cone). Nama-nama kawahnya diantaranya adalah : Timbang, Sikidang, Upas, Sileri, Condrodimuko, Sibanteng dan Telogo Terus. Pada tahun 1979 sejarah mencatat, terjadi erupsi pada kawah Sinila yang menghasilkan bermacam jenis gas, khususnya CO2. Tingginya akumulasi gas CO2 ketika itu menyebabkan 142 penduduk yang tinggal disekitar daerah letusan tersebut tewas menjadi korban gas beracun yang tidak kasat mata dan tidak berwarna. Satu-satunya jalan untuk menghindari bahaya gas CO2 adalah menjauhi wilayah yang ditengarai menghasilkan gas tersebut untuk menemukan udara yang lebih segar.