oleh : Bagus Pamungkas, PA, SE, AK, CA

Seperti diketahui, Sesuai dengan peraturan yang telah dirilis , Direktur Jenderal Pajak telah mengeluarkan ketentuan tentang penggunaan faktur pajak secara elektronik ( E-faktur ). Pemberlakuan e-faktur secara elektronik dimaksudkan untuk mempermudah Wajib Pajak dalam bertransaksi dengan dokumen yang terstandar secara nasional dan untuk menjamin keamanan pengusaha kena pajak. Namun demikian, banyak  masyarakat Wajib Pajak yang merasa bahwa penggunaan aplikasi e-faktur malah membuat usaha jadi terkendala. Kendala karena disebabkan tanpa menggunakan faktur yang dikelaurkan oleh aplikasi, faktur pajak yang dibikin secara manual/non barcode menjadi tidak sah.oleh karena itu banyak Wajib Pajak yang tertunda transaksinya. Demikian juga dengan pelaporan bulanan/ SPT Masa PPN, banyak yang terlambat karena laporannya ditolak akibat belum memakai aplikasi e-faktur.Hal demikian menyebabkan Wajib Pajak terkena beban sanksi administrasi denda pasal 7 sebesar Rp 500.000, 00 per masa.Berdasarkan hal tersebut, sesuai pengalaman yang didapat dilapangan, Penulis mencoba untuk mensederhanakan cara pengoperasian aplikasi e-faktur ini dengan bahasa yang gaul/informal. Pada Prinsipnya ada 4 langkah dalam menjalankan aplikasi ini, yaitu :

1.  Pendaftaran untuk mendapatkan sertifikat elektronik.

2. Penanaman Sertifikat elektronik kedalam komputer ( Laptop/PC )

3. Pencatholan sertifikat dalam peramban internet ( Google Chrome/Mozilla/Internet Explore ).

4. Registrasi aplikasi E-faktur.

4 langkah tersebut tidak boleh dilewati  , atau dilewati terloncat. artinya harus urut mulai dari nomor 1. Yang banyak dilakukan oleh Wajib Pajak biasanya langsung melakukan registrrasi aplikasi e-faktur hasil download dari internet.INGAT HARUS URUT. Penulis akan coba tulis satu persatu urutannya , SECARA SEDERHANA DAN MUDAH DIPAHAMI. bersambaung…