Salah satu pemenang dalam kompetisi King of Bing Maps adalah aplikasi Spatial Data Viewer on Bing Maps. Dengan aplikasi tersebut, user bisa menambahkan layer shapefile ke dalam Bing Maps. Aplikasi ini disebut dengan Ricky’s Data Viewer, sesuai dengan nama pembuatnya, Ricky Brundritt.

Gambar diatas adalah contoh, ketika saya menambahkan layer persil bangunan untuk salah wilayah di Jakarta Timur. Layer persil bangunan tersebut tampak dalam warna biru. Jika terus di zoom in, maka saya bisa melihat langsung overlay antara layer yang saya tambahkan tersebut dengan citra satelit resolusi tinggi bawaan dari Bing Maps.

Untuk dapat menambahkan layer shapefile ke dalam Bing Maps, layer tersebut harus memiliki system proyeksi geographic atau decimal degrees datum WGS 84 atau NAD 83. Sebagai opsi, Anda juga bisa menambahkan attribute file (*.dbf) yang ingin disertakan. Aplikasi Spatial Data Viewer ini akan menampilkan informasi yang terdapat dalam attribute tersebut saat Anda melakukan klik pada layer yang telah ditambahkan tersebut.

Contoh pada gambar di bawah ini, dimana saya menambahkan sebuah layer polygon berikut attribute-nya tentang batas antara kampung dan perumahan. Pada gambar di bawah saya klik wilayah perumahan berikut dengan luas areanya dalam meter persegi. Informasi bahwa area yang saya klik adalah perumahan dan luasnya adalah isi dari attribute layer polygon tersebut.

Aplikasi ini cukup mudah penggunaannya, Anda cukup klik Select Shapefile seperti tampak pada gambar di bawah, file attribute yang ingin di tambahkan (optional), kemudian klik Display on Map. Kecepatan render data shapefile bergantung besarnya file dan tentu saja kecepatan internet Anda.

Silahkan mencoba Ricky’s Data Viewer , Spatial Data Viewer di Bing Maps. Anda harus menginstall Microsoft Silverlight, untuk dapat menjalankan aplikasi ini di browser Anda.