Saya sudah pernah singgung sedikit tentang gvSIG pada posting tentang Open Source GIS. Kali ini kita akan coba lebih dekat dengan program GIS Desktop dari Eropa ini, Spanyol lebih tepatnya. Software GIS ini saya katakan mirip dengan cara kerja ArcView 3.x. Jika anda familiar dengan ArcView versi 3.x, mempelajari gvSIG akan lebih mudah buat Anda.

gvSIG memiliki user interface yang mudah untuk dipahami. Sekali lagi saya katakan, jika Anda sering menggunakan ArcView 3.x, mengenali gvSIG adalah sangat mudah. gvSIG memiliki projects dan documents seperti halnya ArcView 3.x. Document tersebut adalah Views, Tables dan Maps. ArcView 3.x project diberi extension *.apr, sedangkan gvSIG menggunakan extension *.gvp

gvsig-documents

gvSIG mampu mengakses hampir seluruh data raster dan vector standard. Software ini juga mampu membuat integrasi data secara remote dar komputer local untuk menampilkan data melalui WMS, WFS, WCS, dan JDBC. gvSIG juga mampu menambahkan layer menggunakan ArcIMS protocol.

Fungsi Geoprocessing yang disediakan pun sangat lengkap. Geoprocessing tools dalam gvSIG seperti halnya ArcView 3.x terdiri atas beberapa fungsi berikut:
• Buffer
• Clip
• Dissolve
• Merge
• Intersection
• Join
• Spatial Join
• Convex hull
• Difference
Output layer dari geoprocessing tools dalam gvSIG saat ini hanya tersedia dalam format shp. Berikut adalah gambar toolbox dari geoprocessing dalam gvSIG

gvsig-geoprocessing

Jika anda melewatkan link download dari posting sebelumnya, Anda bisa download melalui link berikut http://www.gvsig.gva.es/index.php?id=1729&L=2. Setelah posting ini saya akan mencoba membuat tutorial penggunaan gvSIG di blog ini termasuk video yang bisa di download gratis. Saya akan coba mulai dengan Georeferencing data raster menggunakan basemap peta yang sudah berkoordinat. So tunggu posting berikutnya ya…