Geodatabase mulai dikenal pada ArcGIS 9.x. Geodatabase adalah database relasional yang memuat informasi geografi. Geodatabase terdiri atas feature classes (spatial) dan tabel (non-spatial).

Feature Class merupakan kumpulan dari beberapa feature yang memiliki bentuk geometri dan atribut sama.

Feature classes dalam geodatabase dapat berupa single feature atau individu dan dapat juga disusun dalam suatu feature datasets. Semua feature datasets dalam sebuah geodatabase menggunakan sistem koordinat yang sama.

Domain digunakan untuk menentukan lingkup (range) dan wilayah terpilih (selected area) setiap jenis informasi.

Ada dua sistem geodatabase yaitu Server-Geodatabase dan Personal Geodatabase. Server-Geodatabase merupakan Relational Database Management System (Oracle, SQL-Server, DB2) dan Personal Geodatabase menggunakan sistem data MS-Access.

Pada dasarnya dalam geodatabase terdapat feature dataset yang berfungsi untuk mengelompokkan feature class yang ada, sebagai contoh pada postingan tentang geodatabase selanjutnya adalah mencoba untuk membuat geodatabase Pulau Ternate. Maka nama untuk geodatabase-nya adalah Ternate dan Anda akan ditunjukkkan cara mengelompokannya ke dalam feature dataset  yaitu untuk administrasi dan infrastruktur. Setelah feature dataset  dibuat maka kedalam feature dataset bisa ditambahkan feature class baik berupa shapefile atau table.  Untuk lebih jelasnya, tunggu postingan berikutnya.

Ada beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam membuat geodatabase:

  1. Inventarisasi peta atau data spasial apa saja yang dibuat dan data atau feature class apa saja yang dibutuhkan,  nantinya sangat  berhubungan erat dengan populasi data dan juga analisa terhadap data yang akan digunakan
  2. Penentuan system koordinat, skala dan toleransi yang akan digunakan
  3. Klasifikasi feature dataset yang akan ditampilkan. Hal ini untuk meminimalkan feature class ganda yang terdapat pada feature dataset yang berbeda
  4. Membuat desain awal geodatabase, yaitu berupa grafik aliran data, feature dataset sampai ke feature class untuk mengurangi kemungkinan kesalahan dalam pembuatan geodatabase dan untuk membuat geodatabase dengan data yang ramping dan efektif

Keunggulan geodatabase jika di bandingkan shapefile adalah:

  1. Data dapat di klasifikasikan dalam populasi data tertentu, tanpa harus membuat folder dan file yang dibuat tidak terlalu banyak jadi sangat mudah untuk mengorganisasi dan mengaturnya
  2. Geodatase dapat di gunakan untuk keperluan akses data baik secara intranet maupun internet karena bisa menggunakan beberapa software database seperti Oracle, SQL-Server, DB2 dan lain-lain
  3. Untuk beberapa analisa tertentu di dalam ArcGIS hanya bisa di lakukan dengan geodatabase, tidak dapat dilakukan dengan shapefile seperti topology (baca postingan : Editing Polyline dengan Aturan Topology di ArcGIS 10) , cartographic representation, linear referencing dan lain-lain.

Geodatabase mewadahi :

  1. Tabel –> menyimpan obyek non-spasial (informasi tabular), seperti tabel pemilik lahan, tabel jumlah penduduk, kepadatan penduduk, dsb.
  2. Feature Class –> kumpulan dari obyek spasial:titik,garis,area (poligon).Bisa juga untuk menyimpan feature anotasi, dimensi, rute.
  3. Feature Dataset –> tempat/wadah untuk feature class yang memiliki referensi spasial sama. Dataset ini perlu apabila kita ingin membuat network dan topologi.
  4. Relationship classes –> mengatur hubungan tematik antara tabel, feature classes, atau kedua-duanya. Mendukung integrasi antara origin data dan destination class.
  5. Geometrik Netwrok –> hubungan topologi khusus antara titik dan garis yang digunakan untuk analisa pada alur sistem jaringan langsung.
  6. Topologi –> hubungan spasial antara feature classes yang digunakan untuk menentukan dan memperbaiki kesalahan(error) spasial, seperti parcel yang overlap satu sama lain atau yang tidak berada dalam batas wilayah.
  7. Raster Dataset –> data grid yang diturunkan dari berbagai sumber format (IMG, JPEG, dll)
  8. Raster Catalog –> tabel dari kumpulan data raster
  9. Survey Dataset –> menyimpan informasi survey dan menggabungkan data survey dalam proyek dan banyak proyek ke dalam folder proyek.
  10. Toolboxes –> berisi tool-tool geoprocessing.
  11. Behaviour Rules –> dapat dibuat untuk mendefinisikan atribut legal,relation, topologi, koneksi.

Artikel ini ditulis oleh oleh Irwan, ST sebagai penulis tamu di iniGIS.com dan telah dilengkapi oleh admin iniGIS.com. Irwan adalah pemiliki blog ir1gisplan.wordpress.com