Seorang ilmuwan komputer Bill Cheswick pada New York Institute of Technology Cyber Security Conference, menjelaskan teknologi password masa depan berbasis peta online yang bisa jadi lebih aman daripada tradisional password dengan mengetikkan random huruf /angka. Cheswick menjelaskan bagaimana seorang user mampu mengingat suatu titik lokasi di satellite photo, dengan longitude dan latitude tertentu sebagai access code.

Bill Cheswick, Keynote Presenter

Bill Cheswick, Keynote Presenter

Ide dari teknologi password ini adalah ketika user melakukan zoom in pada high resolution satellite photo hingga ketelitian tertinggi, user akan mendapatkan kombinasi koordinat latitude dan longitude sebagai angka kombinasi password tanpa si user tadi harus mengetikkan angka tersebut. User cukup zoom in dan melakukan klik pada lokasi pada satellite photo, maka access code terbuka untuknya. Lokasi tersebut bisa apa saja, tapi disarankan adalah lokasi impian yang belum pernah si user kunjungi sebelumnya. Dengan cara ini orang (hacker) atau virus jahat tertentu akan sulit melacaknya.

Teknologi protokol keamanan komputer dengan melakukan klik pada gambar sebenarnya sudah ada sejak 15 tahun yang lalu. Para hacker pun telah mampu membuat program yang membaca arah pergerakan mouse untuk menaklukan password berbasis gambar tersebut. Namun dengan peta dan kemampuan zoom in serta pan, program yang mampu membaca arah pergerakan mouse adalah sia-sia. Virus atau hacker mungkin dapat mengetahui kapan mouse tersebut di klik, tapi mereka akan sangat sulit mengetahui peta apa/dimana dan seberapa detail tingkat zoom in si user menentukan suatu lokasi tertentu di peta tersebut sebagai password hasil kombinasi latitude dan longitude.

Namun, Cheswick belum yakin apakah teknologi password semacam ini mudah digunakan untuk publik secara umum. Selengkapnya silahkan ikuti link berikut http://www.nyit.edu/conferences/cyber_security_conference/