Google Fusion Tables, saat ini masih dalam tahap beta, adalah produk dari Google yang memungkinkan Anda untuk upload dan berbagi data dalam berbagai format table. Fusion Tables mampu membuat operasi merge antar table, table query, menampilkan tabel sebagai peta, membuat graph atau chart dan menambahkan interaksi ke dalam table berupa user comments. Tabel data yang bisa dibaca saat ini adalah ber-ekstension *.xls, *.ods, *. csv serta *.kml.

tutorial google fusion tables

GIS Blog Indonesia kali ini ingin menunjukkan cara membuat heat map (seperti tampak pada gambar diatas) di Google Fusion Tables dalam sebuah mini tutorial GIS. Data yang di perlukan untuk membuat heatmap di tutorial Google Fusion Tables ini sudah saya share ke public, sehingga Anda tidak perlu meng-upload lagi data tersebut. Anda cukup melakukan pencarian data (setelah Anda login di Google Fusion Tables) yang akan saya gunakan dalam tutorial ini, yaitu Indonesia_Provinces.kml dan Indonesia_population_2010_provinces.xls.

Data spasial Indonesia provinces bersumber dari data spasial peta dasar Indonesia yang pernah saya share juga di blog ini dalam 2 format yang berbeda, yaitu format ArcGIS 10 Map Package (*.mpk) dan format shapefile. Sementara table populasi penduduk Indonesia tahun 2010 bersumber dari BPS, via link berikut ini http://www.bps.go.id/aboutus.php?sp=0.

Tahapan Tutorial Google Fusion Tables : Cara Membuat Heatmap yang disertai dengan screenshoot sudah saya tulisakan dan bisa Anda download dalam format PDF melalui link di bawah ini.

Secara garis besar, Anda akan ditunjukkan cara menampilkan data dan memvisualisasikannya dalam bentuk peta. Kemudian menggunakan operasi merge yang tersedia di Fusion Tables, Anda akan melakukan join tabel antara tabel spreadsheet dengan kml. Hasil merge ini akan menghasilkan tabel baru yang bisa divisualkan petanya .

Tahapan berikutnya, melalui menu Configure style, Anda kan belajar untuk membuat heat map yaitu dengan menentukan kolom yang memiliki nilai (dalam hal ini jumlah penduduk), memilih gradasi warna dan menentukan kelas serta interval-nya agar bisa tampak seperti gambar paling atas dari tulisan ini. Gambar dibawah ini adalah contoh pengaturan penentuan kelas dan interval tersebut.

Download Tutorial Google Fusion Tables : Cara Membuat Heat Map