Sebelumnya saya pernah posting tutorial penggunaan software GPS Photo Link di blog ini, 3 tahun yang lalu. Saat itu versi yang saya gunakan di tutorial tersebut adalah versi 4.3. Sejak beberapa bulan lalu, saya menggunakan GPS Photo Link V5.0 Professional (berbayar). Tampilan atau interface-nya sangat jauh berbeda dengan versi 4.3 yang ada di tutorial sebelumnya itu.

GPS Photo link di versi terbarunya ini, user diminta untuk membuat sebuah project terlebih dahulu sebelum memproses foto untuk di geotag.  File project dengan nama extension *.gplprj tersimpan di folder kerja yang  secara default berada di folder hasil instalasi software ini. User bisa mengganti default folder kerja melalui menu Tools –> Application Options –> File Locations. (lihat gambar)  Layaknya project di ArcView/ArcGIS,  user suatu saat bisa membuka project tersebut untuk di edit. Project-project tersimpan dalam tab Project Manager. User juga bisa melakukan copy terhadap project yang sudah ada, atau menyimpannya sebagai template.

 

Jika project sudah dibuat, user bisa memulai tahapan kerja proses geotagging. Tahapan tersebut dimulai dengan import photos, geotag, attribute editor (optional), photo editor (optional), watermark, shared output settings dan select output (Lihat gambar dibawah).

GPS Photo link versi 5.0 trial bisa di download gratis untuk pemrosesan foto kurang dari 10. Hasil yang diperoleh pun akan di isi dengan watermark bertulisan GeoSpatial Expert, si pembuat software ini. Versi pro  bisa ditebus dengan USD $349. GPicSync bisa jadi alternatif untuk free geotagging software yang  juga masih saya gunakan karena GPS Photo Link terbaru ini tidak men-generate track line, sementara GPicSync menghasilkan track line tapi tidak tersedia menu pembuatan watermark koordinat, elevasi dan waktu pengambilan foto.

Anda bisa melihat atau download video tutorial GPS Photo link versi 5.0 di link berikut :

http://www.screencast.com/users/GeoSpatialExperts/folders/GPS-Photo%20Link