Saya belum pernah memposting tentang Microsoft Live Maps dan Virtual Earth sebelumnya. Mungkin karena kurang populer daripada Google Earth dan Yahoo! Maps. Saya sendiri, terus terang saja, juga belum pernah memanfaatkan Virtual Earth dan Yahoo! Maps kecuali hanya mencoba-coba.Belum lama ini Microsoft telah merilis Microsoft Live Maps dan Virtual Earth 3D versi terbarunya, 6.1. Dalam blog-nya dikatakan bahwa rilis terbaru ini lebih banyak perubahannya daripada yang direncanakan. Perubahan tersebut diantaranya peningkatan pada fungsi Geocoding, kompabilitas browser yang saat ini sudah mendukung safari dan banyak lainnya. Mereka juga merilis upgrade Map Control ke versi 6.1 untuk developer.

Beberapa hal baru tersebut, diantaranya :

  1. Perbaikan pada tampilan bangunan 3 Dimensi. Saat ini baru tersedia untuk beberapa kota di Amerika seperti Las Vegas, Dallas, Denver and Phoenix. Lihat gambar dibawah, keren ya…

virtual_earth

  1. Export to KML. Microsoft menambahkan kemampuan Virtual Earth untuk melakukan export ke KML, GPX dan GeoRSS. Hal ini berarti Anda bisa menyimpan koleksi lokasi di Virtual Earth untuk kemudian membukanya di Google Earth atau di upload ke GPS.

3. 3D Modeling juga mengalami perbaikan. Bukan hanya 3D interactive, namun user bias membuat sendiri gedung dan struktur bangunan, seperti hanya Google Sketch Up.

4. Bird’s Eye View. Anda bisa melihat label nama jalan/peta melalui Bird’s Eye View.

5. MapCruncher integration – MapCruncher adalah aplikasi yang dikembangkan oleh Microsoft dimana Anda bisa meletakkan peta atau photo secara akurat – Mirip seperti yang dilakukan oleh GPS Photo Link . Saat ini MapCruncher dan Virtual Earth sudah terintegrasi.

6. GeoWeb Explorations. Seorang user bisa melakukan pencarian secara dinamis dari suatu lokasi hasil kontribusi orang lain yang disimpan dalam suatu Collections data. Anda bisa melakukan pencarian dengan filter berdasarkan photo atau model 3 Dimensi.

7. Merekam Movie. Microsoft mengklaim bahwa kemampuan Virtual Earth untuk merekam movie sebaik kualitas HD movie. Google Earth Pro memang tidak mumpuni untuk yang satu ini. Tapi saya belum mencoba membuat movie di Google Earth menggunakan Fraps, katanya sih kualitasnya.

8. Real-time Traffic. Lagi-lagi fitur canggih ini hanya tersedia di Amerika sana. Coba saja di Jakarta bisa ya… Baca review tentang fitur ini di Digital Earth Blog.

9. Penambahan KML support, dimana Anda bisa menggunakan parameter mapurl= untuk menampilkan file KML yang tersimpan dalam web untuk kemudian menampilkannya di Virtual Earth, tanpa harus melakukan import terlebih dahulu. Contohnya seperti berikut ini :

Platial Map of ‘Stuff I went to”
http://maps.live.com/?v=2&encType=1&mapurl=http://platial.com/kml/map%2F14234

Mungkin setelah ini saya akan coba melirik Virtual Earth 3D, karena dikatakan juga ada peningkatan kualitas cetaknya, yang satu ini merupakan kekurangan yang saya rasakan pada Google Earth versi free. Anda punya pengalaman dengan Microsoft Live Maps dan Virtual Earth 3D? Silahkan berbagi disini…

NOTE: Anda harus install versi yang terbaru untuk memanfaatkan fitur yang ada. Silahkan buka situs VirtualEarth.com dan click pada opsi 3D .