ESRI telah menuntaskan sebuah prototype peta interaktif menggunakan teknologi Augmented Reality yang merupakan kombinasi ESRI’s ArcGIS API for Silverlight dengan open source Silverlight Augmented Reality Toolkit dari Microsoft.

Menurut wikipedia, Augmented Reality atau biasa disingkat AR yang dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai realitas tertambah atau aplikasi realitas yang diperluas, adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata. Tidak seperti realitas maya yang sepenuhnya menggantikan kenyataan, realitas tertambah sekedar menambahkan atau melengkapi kenyataan.

Seperti yang Anda lihat pada gambar diatas, atau selengkapnya pada video di akhir posting ini, peta hasil cetakan yang ditampilkan di depan webcam, maka peta 3D interaktif bisa muncul di layar komputer. Anda juga bisa melakukan zoom in dan zoom out pada peta yang nyatanya hanya ada di tangan Anda tersebut.

Demonstrasi tersebut menggunakan sebuah default basemap dari ESRI resource center untuk kemudian melakukan pencarian pada GeoEye imagery di  New Zealand. Seluruh image telah di tag dengan sensor informasi seperti capture date, percentage cloud cover and satellite position.

Eh, kenapa Anda tidak mencobanya sendiri? Click DISINI untuk memulai  Augmented Reality web application dan click DISINI untuk download dan  cetak marker symbol. Anda membutuhkan komputer atau laptop dengan webcam untuk bisa menjalankan aplikasi ini. Sebelumnya simak video Youtube dibawah ini